Buku ini memuat potret permasalahan pelik yang sepertinya biasa terjadi dan merupakan keseharian orang-orang yang hidup di negara bagian bumi selatan: sengketa lahan dan penggusuran. Di dunia nyata, keseharian itu mungkin banyak berakhir kekalahan bagi rakyat kecil—dan juga alam. Dalam novel ini, kepelikkan itu dirangkai ulang tanpa menghilangkan nuansa sehari-hari yang normal nan biasa seperti rakyat kecil yang selalu ditakut-takuti oleh kelompok berseragam agar akal mereka tumpul dan tak berfungsi untuk memahami keadaan yang telah lapuk dikorupsi para pejabat negara. Tahun Penuh Gulma adalah karya jurnalis dan sejarawan bernama Siddharta Sarma. Menceritakan seorang bocah laki-laki miskin bernama Korok, anggota Suku Gondi yang sederhana dan hidup terpencil di Desa Deogan. Cerita ini diambil dari kisah nyata Suku Dongria Kondh yang berjuang mempertahankan bukit Niyamgiri. Menghadirkan realitas mengenai komunitas yang terpinggirkan, perilaku korup pejabat negara dan aparat, serta ketida...
Diskusi Sharing Session #1 Lare Pare Berkebun di Angkringan Sempulur Tulungrejo, Pare (Notulensi Acara Sharing Session #1 Lare Pare Berkebun: Urban Farming) Oleh: Samsul Wahab Bukan suatu kebetulan, di tengah pandemi ini ada yang jadi dekat dengan setidaknya pada dua hal. Pertama adalah tetangga, yang sebelumnya hanya sebatas bertegur sapa kini sedikit lebih dengan saling bertanya kabar dan berita terkini. Kedua adalah kegiatan domestik, salah satunya yang sedang jadi selebriti, menanam dan merawat tumbuhan di rumah. Sesederhana itu pula alasan sebuah jalinan pertemanan menanam terbentuk dan yang selanjutnya dinamakan Lare Pare Berkebun lalu disingkat LPB. Beberapa bulanan silam, tepatnya 25 Oktober 2020, LPB menggelar diskusi bertema Urban Farming yang dibuka untuk kalangan umum. Ya tujuannya agar pertemanan menanamnya jadi makin luas dan bisa banyak kegiatan berbagi pengetahuan serta pengalaman menanamnya. Dalam diskusi itu LPB mengundang Mas Kuswari, seorang tokoh pegiat dunia ...